Cerita pendakian gunung Arjuno via sumberbrantas cangar
Cerita pendakian gunung Arjuno via sumberbrantas cangar
Awalnya " saya dan kawan saya dari sidoarjo berencana mau mendaki gunung arjuno. Awalnya kita bingung mau lewat jalur Lawang atau cangar karena view nya sama" bagusnya, karena saya agak enggak feeling dan perasaan gaenak kalo lewat jalur Lawang.
Akhirnya setelah berdiskusi lama kita memilih jalur sumberbrantas cangar. Dari awal berangkat perasaan kita sudah sangat was-was karena menuju pos perijinan jalan nya sagat gelap dan sagat minim lampu penerangan (pada saat itu kami berangkat dr sidoarjo jam 7 malam).
Setelah sampai di pos perijinan motor yg kami bawa tiba - tiba bocor padahal dari awal berangkat sudah diisi angin, lalu besoknya motornya kami tinggal di parkiran motor dan rencana kita tambal pas waktu turun gunung nanti. Dan saya cuma berdua saja dengan teman saya.
Lalu ada 4 orang dari Jombang namanya Niko, Nanan, irwan dan intib menawarkan ke kami supaya kita naik bareng - bareng biar ada saya ga terlalu sepi, ya sudah saya mengiyakan. Baru saja mau jalan masuk hutan kita ber enam sudah disesatkan di hutan selama satu jam muter - muter di tempat.
yang sama selama 2 kali akhirnya kita memutuskan kembali ke tempat awal mulai jalan dan ketemu orang lain dan katanya kita salah ambil jalur, seharusnya kita ambil lurus tapi kita malah ke kiri wkwk. Setelah itu kita lanjut lagi dan akhirnya ketemu jalur nya
Singkat cerita pendakian dari bawah sampai puncak tidak ada apa" tapi mulai hal" yg sangat ganjil sewaktu turun dari puncak kita kembali disesatkan untuk kedua kalinya setelah 30 menit mencari jalur akhir nya kita menemukan jalur nya
Selanjutnya sewaktu kita mau turun ke pos perijinan dari tempat camp kita sudah mau Maghrib sekitar jam setengah 6 kita turun alhasil kita ketemu malam sewaktu turun dan semuanya terjadi sewaktu ini
Sewaktu kita jalan turun kita ketemu malam saat kita jalan menuju pos 3 saya mendengar suara anak kecil teriak" dan suara nya jelas sekali, suara itu seolah" selalu mengikuti kita selama perjalanan dari pos 3 sampai mau sampai pos 1
Selain itu intib teman dari jombang mendengar suara lolongan anjing sewaktu perjalanan pos 3 menuju pos 2 dan sewaktu dari pos 2 ke pos 1 dia melihat putih" seperti pocong di pinggir pohon besar. Lalu saya sewaktu perjalanan dari pos 2 ke pos 1 sempat tidak kuat
Untuk melanjutkan untuk turun gunung padahal saya sebelumnya tidak seperti ini di pendakian" sebelumnya. Lalu saya sempat muntah dan pusing kepala, teman" lain sangat takut kalo saya kenapa" dan akhirnya memutuskan berhenti sebentar untuk membuat makanan dan minuman hangat.
Sewaktu berhenti saya merasakan hawa yg sangat tidak enak seolah" kita berenam sedang diperhatikan di sekeliling kita dan padahal itu sangat gelap gulita penerangan cuma dari head lamp kita. Lalu setelahnya kita melanjutkan lagi untuk turun, di rombongan saya posisi no. 2
Dari depan sewaktu berhenti Niko leader nya selalu melihat kebelakang untuk melihat jaraknya agak tidak terlalu jauh. Sewaktu jalan lagi saya melihat ada bayangan hitam yg melewati di depan Niko dan saya sontak kaget dan bilang untuk cepet" jalan lagi
itu perjalanan dari pos 2 ke pos 1 dan memang itu track paling panjang. Selama perjalanan saya selalu mendengar suara" anak kecil teriak" itu dan irwan sempat kaki nya linu karena sering" terpeleset dan kesandung"
setelah sampai di pos 1 suara anak kecil itu tidak ada lagi dan saya kira cukup sampai disitu teror nya tapi belum sewaktu lanjut jalan dari pos 1 ke tempat titik penjemputan karena sewaktu di pos 1 kita telfon ojek untuk jemput kami ber 6
sewaktu perjalanan dari pos 1 ke titik penjemputan setelah keluar dari hutan baru beberapa meter, Niko tiba" berhenti dan noleh ke saya sambil istighfar dan saya tanya "lapo mas?" Niko bilang "sek mas leren sek", lalu saya gatau kenapa tiba" liat di sebelah kanan
Mungkin jarak 70 meter an di sebelah kanan di perkebunan warga itu ada 2 pocong sedang berdiri menghadap kami dan anehnya cuma saya dan Niko saja yg melihat. Awalnya saya ragu tapi gatau kenapa mata saya selalu ingin melihat ke arah pocong itu dan saya bilang untuk lanjut
Kembali dan setelah beberapa jalan melewati pocong itu, pocong itu tetap ada dan setelah jarak agak jauh tiba" pocong nya hilang. Itu pengalaman pertama dilihatin secara langsung karena setiap pendakian saya biasanya dinampakkin suara" saja
Setelah sampai di titik penjemputan kita semua cerita yg terjadi dan anehnya suara" anak kecil yg mendengar itu cuma saya dan teman saya yg dari sidoarjo. Lalu suara lolongan anjing cuma intib saja yg mendengar dan pocong di kebun cuma saya dan Niko yg melihat
Sewaktu cerita kita tertawa" sambil terheran" wkwkwk. Mungkin sampai disini thread ini berdasarkan kisah yg baru saya alami waktu" dekat ini
Terima kasih -
Komentar
Posting Komentar